PUBG Indonesia – Dalam 2023 PMPL ID Fall, BTR Liquid dipastikan tak menjadi bagian dari roster Bigetron Red Villains. Hal ini bisa dilihat dari pengumuman pihak manajemen Bigetron ketika roster Red Villains diumumkan.
Bukan karena pernah dipinjamkan ke tim lain, ini merupakan kali kedua BTR Liquid tak masuk dalam lineup divisi PUBG Mobile Bigetron Esports.
Dan salah satu faktor yang sering diperbincangkan oleh para penggemar adalah masalah rehat.
BTR Liquid memang cukup lama membela tim Robot Merah bersama dengan Zuxxy, Luxxy Microboy dan Miseryy. Perjalanan BTR Liquid membela Bigetron juga tidaklah mudah, sebab kadang dia menjadi kambing hitam.
Akan tetapi, banyak penggemar yang juga menantikan dan penasaran dengan nasib BTR Liquid yang sudah dipastikan absen di 2023 PMPL ID Fall.
Starlest bicarakan soal pembentukan roster Red Villains dan nasib BTR Liquid

Lewat konten YouTube pribadi miliknya, CEO Bigetron Edwin “Starlest” Chia menjelaskan ke mana BTR Liquid usai tak masuk roster 2023 PMPL ID Fall.
Starlest mengatakan, jika semua keputusan pemilihan roster ada di tangan head coach baru Red Villains, yakni Jendra “Capt” Wahyudi. Keputusan ini diambil bersama Jeffry Hariwijaya assistennya dan analyst baru, Febrianto “Svafvel” Genta Perkasa.

“Keputusannya (final roster) semua (ada) di (tangan) Capt. Capt menjadi Head Coach, dan Coach Jeff akan menemani serta Svafvel jadi Analyst setelah SEA Games. Svafvel ditunjuk jadi analyst karena kami mau pastikan 5 pemain,” jelas Starlest.
Sebelum adanya rumor mengenai hengkangnya BTR Liquid beredar, rumor lain yang beredar adalah kemungkinan Ryzen dan Uhigh yang tak lagi jadi bagian dari Red Villains. Rumor tersebut bahkan diramaikan oleh pihak PUBG Mobile Malaysia.
Usai Ryzen dan Uhigh masuk ke dalam roster, Starlest mengungkapkan, dia tak menyangka jika dua bintang tersebut masih bertahan. Menurutnya, mereka percaya dengan visi baru yang dibawa oleh Coach Capt.
“Saya tidak kebayang Uhigh masih stay di roster BTR. Mungkin Capt sudah ketemu dengan Uhigh dan Ryzen lalu pendekatannya sudah tepat. Mereka percaya sama project yang Capt pegang di BTR,” imbuhnya.
Starlest juga dengan berat hati menyebut, BTR Liquid tak masuk ke dalam roster karena dia tak jadi bagian dari project oleh Coach Capt.
“Sayangnya Liquid kami korbankan karena butuh 5 roster dan tidak masuk ke dalam project yang dibawa oleh Capt. Tapi Capt berharap Liquid masih bertahan, belajar supaya kami akan evaluasi (kembali) Liquid apakah dia nantinya bisa mengikuti program Capt atau seperti apa,” pungkasnya.
Penjelasan Liquid tentang statusnya
Dalam kesempatan terpisah, Liquid pun menanggapi kesimpang-siuran status dirinya di BTR setelah tak menjadi bagian dari roster Red Villains. Liquid mengatakan banyak hal, termasuk dirinya yang sempat diminati oleh tim lain.

“Oke, saya mau bahas tentang rehat supaya jelas. Dan tolong jangan salah paham ini cuman buat semua menjadi jelas saja kepada kalian, bukan drama atau apa-apa,” tulis Liquid.
“Saya rehat bukan karena kemauan saya. Kenapa tidak coba buat ambil kesempatan (di)-loan ke tim lain? Karena saya dikabarin tidak masuk roster (pada) H-3 lock roster. Di saat itu beberapa tim memang ada yang mau (loan) tapi sudah tidak bisa karena banyak dari mereka sudah punya persiapan masing-masing,” tambahnya.
“Di sisi lain ada kabar memang saya masih ada kesempatan bisa masuk (ke dalam) roster Red Villains jadi saya memutuskan untuk mengambil kesempatan itu. Terakhir, ya saya tidak cocok sama rencana strategi pelatih,” tutup Liquid.
“Sekali lagi tolong jangan sampai salah paham ya. (Saya klarifikasi) ini supaya tidak ada hal-hal aneh dari netizen. Tidak ada rasa benci terhadap siapa pun.”
