PUBG Indonesia — Hari pertama PMSL SEA Fall 2025 langsung tercatat dalam sejarah kompetitif PUBG Mobile. Pemain andalan Alter Ego (AE), Rosemary, tampil fenomenal dengan torehan 10 eliminasi di Map Rondo, sebuah pencapaian individu yang jarang terjadi di level turnamen internasional.
Berkat performa gemilangnya, Alter Ego sukses mengamankan 23 kill dalam satu match, rekor tertinggi sepanjang turnamen di peta terbaru, Rondo. Capaian ini tidak hanya membuktikan tajamnya insting Rosemary dalam membaca permainan, tetapi juga memperlihatkan kualitas koordinasi tim AE yang semakin solid.
Rekor Baru di Map Rondo

Map Rondo sendiri adalah peta yang relatif baru dalam kompetisi resmi PUBG Mobile. Dengan landscape urban dan medan yang kompleks, Rondo menuntut pemain untuk cepat beradaptasi, baik dalam positioning maupun penguasaan zona.
Rosemary berhasil menjawab tantangan itu dengan gaya agresif penuh percaya diri, membuatnya tampil dominan dari awal hingga akhir ronde.
Rekor ini menjadi yang pertama dicetak di Rondo pada ajang PMSL SEA Fall 2025, sekaligus menempatkan nama Rosemary dalam daftar pemain paling mematikan di turnamen.
Kunci Kemenangan Alter Ego
Selain kemampuan mekanik tinggi, permainan agresif Rosemary dibarengi dengan rotasi tim yang rapi. Alter Ego tampak berhasil memaksimalkan momentum, memanfaatkan zona yang menguntungkan, serta menutup ruang gerak lawan.
Kontribusi Rosemary dengan 10 eliminasi menjadi penopang utama dominasi AE yang mengakhiri ronde dengan keunggulan mutlak.
Prestasi ini mempertegas status Rosemary sebagai salah satu fraggers terbaik Asia Tenggara. Fans menilai performa luar biasanya bisa menjadi titik balik bagi Alter Ego untuk tampil lebih konsisten dan menantang dominasi tim besar lain seperti Boom Esports, Vampire Esports, hingga D’Xavier.
Jika Rosemary mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan memecahkan rekor eliminasi individu lain di match berikutnya.
Harapan Tim Indonesia
Keberhasilan Rosemary juga membawa semangat baru bagi penggemar PUBG Mobile di Indonesia. Alter Ego dianggap sebagai salah satu harapan besar untuk bersaing dengan tim papan atas Asia Tenggara.
Momentum ini bisa menjadi modal berharga dalam perjalanan panjang PMSL SEA Fall 2025.
“Dengan rekor ini, Rosemary menunjukkan bahwa Alter Ego bukan sekadar peserta, tetapi salah satu tim yang patut diperhitungkan di level Asia Tenggara,” ungkap komentar salah satu analis esports lokal.
