PUBG Indonesia – Salah satu hal yang menarik perhatian para penggemar scene PUBG Mobile Indonesia adalah momen ketika Persija EVOS pulangkan Bigetron Red Villains di PMGC 2023.
Ketika kedua tim berusaha dan bekerja keras mendapatkan untuk tiket Grand Final, salah satu dari mereka harus tersisih di garis akhir babak kualifikasi.
Persija EVOS memang tidak secara langsung memulangkan Bigetron Red Villains. Sebenarnya, beberapa saat setelah itu, uHigh masih bisa menyelamatkan posisi The Villains. Namun, uHigh pun terancam dengan adanya Yoodo Alliance yang ada di sekitar.

uHigh pun tak mampu bertahan dan gugur dihantam zona pada mid-game. Di map terakhir, Bigetron too soon dan keluar dari top 5 team.
Alvin Sahri “Miseryy” Ramadhan dan Made Bagus “Luxxy” Prabaswara, kedua penggawa Persija EVOS memiliki cerita menarik soal momen tersebut.
Lalu, seperti apa tanggapan mereka mengenai momen Persija EVOS memulangkan Bigetron Red Villains pada babak Last Chance PMGC 2023?
Respons Miseryy dan Luxxy 
Luxxy dan Miseryy, dalam media interview bersama PUBG Mobile Indonesia, memberikan respons mereka soal momen Persija EVOS memulangkan Bigetron Red Villains pada babak Last Chance PMGC 2023 (26/11).
Yang pertama, Miseryy mengatakan bahwa dirinya tak mempunyai perasaan apapun saat momen itu terjadi dan Bigetron harus gugur dari PMGC 2023.
“Tidak ada (respons) yang bagaimana-bagaimana, kami bermain seperti biasa saja. Mau lawannya siapa, kebetulan ketemunya Bigetron. Jadi, ya mungkin memang sudah momennya begitu,” kata Miseryy pada rekan media.

“Tapi kelihatan kok di situ, kami tahu kalau itu BTR,” tambah Luxxy. “Saya sih tidak tahu (itu BTR), tapi mungkin Bagus (Luxxy) tahu,” ucap Miseryy.
Luxxy menambahkan, yang ia lakukan bersama Persija EVOS terhadap Bigetron merupakan bentuk dari tim yang bermain secara adil (fair play).
Luxxy menyebut, hal tersebut wajar, sebab baik PJEV maupun BTR saling sikut demi merebut tiket menuju ke Grand Final PMGC 2023.
“Karena kami sangat menjunjung tinggi fair play, jadi kami bermain secara adil saja. Dan, kalaupun itu BTR ya tidak masalah, kami tetap (bermain) fair play,” ujarnya.
“Kemarin karena posisinya kami harus menjaga mereka, mau tidak mau kami harus singkirkan mereka. Mereka juga pasti akan menyingkirkan kami kalau mau mendapatkan spot (di Grand Final),” tutur Luxxy.
“(Intinya) kami harus menjunjung tinggi sportifitas,” tutup Miseryy.
Meskipun harus berakhir cukup dramatis, di mana kedua tim mendapat hasil yang berbeda, namun itulah yang namanya kompetisi ada yang menang dan kalah.
