PUBG Indonesia — Piala Dunia Esports 2026 (EWC) di Paris menghadapi situasi tak terduga. Sejumlah pemain PUBG Mobile dilaporkan mengalami sakit saat mengikuti Grand Finals PUBG Mobile World Cup (PMWC) 2026.
Informasi tersebut beredar melalui sejumlah jurnalis esports di X dan Instagram. Salah satunya Richard Lewis yang melaporkan adanya beberapa pemain yang mengalami gangguan kesehatan.
Jumlah pemain yang terdampak awalnya disebut mencapai sedikitnya empat orang. Namun, laporan berikutnya menyebut angka tersebut bisa mendekati 20 pemain.
Beberapa pemain bahkan dilaporkan muntah ketika pertandingan sedang berlangsung. Kondisi tersebut membuat kompetisi sempat dihentikan setelah empat dari enam ronde pada hari pertama Grand Finals selesai dimainkan.
Dugaan sementara yang beredar di media sosial mengarah pada keracunan makanan. Namun, hingga kini penyebab pasti kondisi tersebut masih dalam penyelidikan penyelenggara.
Pemain Tianba Dilarikan untuk Mendapat Perawatan
Salah satu kasus dialami pemain Tianba, Wang “MiLu” Bo. Organisasi asal China tersebut mengonfirmasi bahwa pemainnya tiba-tiba mengalami sakit dan muntah.
Dalam pernyataannya di Weibo, Tianba mengatakan staf medis dan tim pelatih langsung melakukan penilaian terhadap kondisi MiLu. Setelah berdiskusi dengan sang pemain, tim kemudian memutuskan menggunakan pemain pengganti.
Staf klub juga mendampingi MiLu ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Tim menyatakan akan terus memantau kondisi pemain tersebut hingga pulih.
Sebuah gambar dari siaran pertandingan juga memperlihatkan salah satu pemain Tianba yang mengenakan jersey hitam dan emas sedang muntah di atas panggung.
Kondisi serupa kemudian dilaporkan terjadi pada pemain dari tim lain.
Barışcan Mercan, pendiri organisasi Turki S2G Esports, menyebut situasi yang terjadi cukup serius. Salah satu pemainnya, Berkay “Lost” Yılmaz, mulai merasa tidak enak badan ketika pertandingan berlangsung.
Lost bahkan harus meninggalkan pertandingan untuk muntah.
“Dia mulai merasa sakit tepat di tengah pertandingan kedua. Dia berhenti bermain dan berlari untuk muntah. Setelah pertandingan berakhir, empat atau lima pemain lainnya pergi menemui petugas medis,” kata Mercan.
Menurutnya, sekitar 20 pemain sempat tidak berada di arena karena mengalami kondisi kesehatan yang serupa.
Mercan juga mengungkapkan bahwa beberapa pemain S2G sudah merasa tidak sehat sebelum pertandingan dimulai. Mereka bahkan sempat meminta pertandingan ulang.
Namun, menurut keterangannya, pertandingan tetap dilanjutkan. Pemain disebut hanya diberikan kantong untuk berjaga-jaga jika kembali muntah.
PMWC 2026 Ditangguhkan Sementara
Situasi tersebut akhirnya berdampak pada jalannya Grand Finals PMWC 2026. Dari enam ronde yang dijadwalkan pada hari pertama, hanya empat ronde yang selesai dimainkan.
Kompetisi kemudian ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan.
Jurnalis Richard Lewis sebelumnya juga melaporkan bahwa ambulans sudah berada di lokasi pertandingan. Beberapa pemain disebut mendapat penanganan medis dan kemungkinan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam pembaruan berikutnya, Lewis menyebut jumlah pemain yang terdampak bisa mencapai sekitar 20 orang. Penyelenggara juga disebut menyiapkan fasilitas medis tambahan untuk menangani para pemain secepat mungkin.
Akun resmi PUBG Mobile kemudian memberikan pernyataan terkait kondisi tersebut. Penyelenggara mengonfirmasi bahwa pemain dari beberapa tim memang melaporkan kondisi tidak sehat.
“Kami bekerja sama dengan EWC untuk menyelidiki dan mengidentifikasi sumber masalah, dan mengambil tindakan segera dan perlu untuk mendukung para pemain yang terkena dampak,” demikian pernyataan penyelenggara.
Pihak penyelenggara juga mengatakan jadwal pertandingan berikutnya akan diumumkan setelah mendapat kepastian.
EWC turut memberikan penjelasan. Mereka menyatakan para pemain yang terdampak sudah mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan.
Penyelenggara juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut.
Untuk sementara, EWC menyebut masalah kesehatan itu tampaknya hanya terjadi pada peserta PMWC. Tidak ada laporan mengenai gejala serupa dari pemain atau staf yang mengikuti turnamen EWC lainnya.
Dengan kondisi tersebut, penyebab sakitnya para pemain masih menjadi perhatian utama. Penyelenggara perlu memastikan sumber masalah sebelum kompetisi dilanjutkan demi menjaga keselamatan seluruh peserta.
