Pada turnamen yang lalu, BTR keluar sebagai juara bertahan dan difavoritkan sebagai juara. Namun sayang, performa dari Red Aliens ini merosot drastis di bawah ekspektasi.

Bahkan diberitakan, jika BTR gagal bersaing di papan atas dan harus berkahir di peringkat 8. Walaupun posisi tersebut tidak terlalu buruk, namun dianggap kurang untuk ukuran BTR.

Kegagalan yang dialami oleh BTR ini pun dikaitkan dengan pernyataan Jangs sebelumnya mengenai kemungkinan pergi dari BTR. Lalu apa konfirmasi dari Jangs?

Kritikan

Jangs sendiri mengaku gagal dan layak untuk dikritik sebeb performa BTR memang tidak maksimal. Walau demikian, pada pertemuannya dengan para petinggi BTR, fokus Jangs dan tim langsung pada solusi, bukan malah menyesali kegagalan yang mereka alami terus-menerus.

pada kesempatan tersebut, Jangs bicara panjang lebar di sesi livestream Nimo TV dengan petinggi Bonafide, Iman. Dia pun mengatakan yang dibutuhkan BTR saat ini adalah solusi.

“Ya balik lagi sih, kalau misal besok meeting dan dimarahin sama Ko Ed (Starlest) ya wajar,” ucap Jangs di livestream Nimo TV.

“Ya karena gagal, menurut aku wajar karena dia sudah menerbangkan aku dari Malaysia ke Indonesia, itu cuma untuk membantu BTR juara, tapi aku gagal. Wajar dimarahin, aku siap-siap aja.” tambahnya.

Perkembangan berikutnya

Karena Peraturan, BTR RA Belum Pasti Wakili Indonesia untuk SEA Games  Esports

Hal yang terpenting bagi BTR sekarang ini adalah mencari solusi untuk masalah mereka. Karena masih ada banyak turnamen yang diadakan di tahun 2021 ini. BTR pun memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki tim dan meraih trofi serta gelar juara.

Jangs pun menegaskan karena kegagalan yang mereka alami kemarin membuat tim BTR langsung fokus mencari solusi untuk berkembang lebih baik lagi.

“Tapi pas setelah turnamen, aku sama Thomas, sama Ko Ed, kami ngobrol ke depannya gimana nih solusinya. Yang penting solusinya kan,” tutup Jangs.