PUBG Indonesia — Pembaruan PUBG MOBILE versi 4.6: Midnight Hunters yang hadir pada 9 September 2026 membawa perubahan pada sejumlah senjata, termasuk beberapa senjata dengan amunisi 7.62mm.
AKM, M762, Honey Badger, Mk47, dan Groza menjadi bagian dari senjata yang mendapatkan penyesuaian. Perubahan tersebut mencakup pengurangan camera shake dan animation shake, serta penyesuaian animasi tembakan dan kecepatan recoil.
Hasilnya, tembakan burst maupun full auto diharapkan terasa lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
Perubahan pada AKM turut menarik perhatian AE Rosemary, pemain profesional yang dikenal sebagai salah satu pengguna AKM. Menurut Rosemary, peningkatan stabilitas tersebut membuat AKM semakin menarik untuk kembali dijadikan senjata utama.
Ia juga membagikan sejumlah tips bagi pemain yang ingin mencoba AKM setelah update 4.6, mulai dari pilihan senjata pendamping hingga cara melatih kontrol recoil.
AKM Bisa Dipasangkan dengan DMR
Selama ini, AUG dan M416 cukup sering digunakan sebagai senjata utama karena keduanya relatif mudah dikendalikan. Namun, peningkatan yang diberikan pada versi 4.6 membuat AKM kembali menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan.
Rosemary bahkan melihat kemungkinan AKM digunakan sebagai pengganti AUG atau M416 sebagai primary weapon. Baginya, karakter AKM yang sudah menjadi senjata favorit juga membuat perubahan terbaru ini semakin menarik untuk dicoba.
“Menurut saya, iya, AKM bisa menjadi pengganti AUG dan M416. Kalau dari saya pribadi, senjata apa pun bisa saya gunakan, apalagi AKM juga merupakan senjata favorit saya. Dengan melihat update seperti ini, mungkin AKM bisa menjadi main weapon saya juga,” ujar Rosemary.
Meski demikian, peningkatan stabilitas bukan berarti pemain bisa mengabaikan karakter dasar AKM. Kontrol recoil dan kemampuan memilih jarak pertempuran tetap menjadi bagian penting ketika menggunakan senjata 7.62mm tersebut.
Untuk senjata kedua, Rosemary merekomendasikan kategori DMR, terutama Mini14, SLR, dan SKS.
Kombinasi tersebut dapat memberikan pilihan tambahan ketika pertarungan berlangsung pada jarak yang lebih jauh. AKM dapat digunakan untuk menghadapi pertempuran close hingga mid-range, sementara DMR memberikan kemampuan untuk menekan lawan dari jarak lebih jauh.
”AKM cocok dipasangkan dengan senjata DMR seperti Mini14, SLR, SKS, dan lainnya. Menurut saya, AKM bisa digunakan secara fleksibel untuk close combat dan jarak menengah karena damage-nya tinggi. Dengan peningkatan dari update sekarang, mungkin ini bisa menjadi META baru untuk gameplay saya pribadi,” jelasnya.
Namun, kombinasi tersebut bukan aturan mutlak. Rosemary mengatakan shotgun maupun senjata jarak dekat lainnya tetap bisa digunakan sebagai pendamping AKM. Pilihan tersebut kembali bergantung pada kebutuhan dan gaya bermain masing-masing pemain.
Untuk attachment, pilihan scope dapat disesuaikan dengan kondisi pertempuran. Red Dot dan Scope 3x menjadi beberapa opsi yang disebut Rosemary. Sementara dalam pertarungan jarak dekat, pemain juga dapat menggunakan AKM tanpa scope agar pergerakan dan bidikan terasa lebih leluasa.
Pada bagian magazine, Extended Quickdraw Magazine atau Quickdraw Magazine menjadi pilihan Rosemary. Kecepatan reload menjadi pertimbangan penting, terutama ketika pemain harus menghadapi duel satu lawan satu dan tidak memiliki banyak waktu untuk mengisi ulang peluru.
Sementara untuk muzzle, pemain dapat menyesuaikannya dengan situasi. Rosemary sendiri lebih nyaman menggunakan Suppressor atau Compensator.
Latihan AKM Dimulai dari Burst Pendek
Bagi pemain yang baru beralih menggunakan AKM, Rosemary menyarankan agar proses latihan tidak langsung dimulai dengan spray panjang.
Langkah pertama adalah menemukan sensitivitas yang paling nyaman. Setelah itu, gunakan AKM tanpa attachment terlebih dahulu agar pemain bisa memahami karakter dasar senjata tersebut.
“Tips dari saya, pertama cari sensitivitas senjata AKM dulu. Coba gunakan tanpa attachment. Kalau sudah terasa nyaman, baru dikombinasikan dengan full attachment,” kata Rosemary.
Setelah sensitivitas terasa sesuai, latihan kontrol recoil dapat dilakukan secara bertahap. Rosemary menyarankan pemain memulai dengan burst pendek sekitar 5 hingga 20 peluru sebelum mencoba spray yang lebih panjang.
“Jangan langsung latihan spray panjang. Coba mulai dengan burst pendek, sekitar 5 sampai 20 peluru. Biasakan mengontrol hentakan dulu, baru naik ke spray panjang,” ujarnya.
Metode tersebut membantu pemain mengenali pola hentakan AKM sebelum meningkatkan durasi spray. Ketika kontrol sudah semakin baik, latihan dapat dilanjutkan dengan spray yang lebih panjang.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak pertempuran. AKM tidak selalu menjadi pilihan ideal untuk menghadapi lawan dari jarak jauh.
“Jangan memaksakan menggunakan AKM untuk situasi long range. AKM sangat kuat ketika aim sedang tepat, terutama dalam situasi close atau mid-range,” jelas Rosemary.
Karena itu, positioning menjadi bagian penting dalam penggunaan AKM. Pemain perlu memahami kapan harus mendekati lawan, melakukan peek, atau beralih menggunakan DMR.
Rosemary juga mengingatkan pemain agar tidak membandingkan AKM secara langsung dengan M416 atau AUG ketika baru melakukan switching. Kedua senjata 5.56mm tersebut memiliki karakter yang berbeda dan umumnya terasa lebih nyaman bagi pemain yang terbiasa dengan recoil yang lebih ringan.
“Jangan membandingkan AKM dengan M416 atau AUG ketika menggunakannya karena itu yang sering membuat orang gagal melakukan switching. M416 atau AUG terasa lebih nyaman dan enak digunakan, sedangkan AKM membutuhkan aim yang tepat, positioning, dan kontrol recoil,” ujarnya.
Dengan kata lain, pemain perlu menyesuaikan cara bermain ketika menggunakan AKM. Senjata ini membutuhkan kontrol recoil dan akurasi yang baik, tetapi peningkatan stabilitas pada versi 4.6 dapat membuat proses adaptasinya terasa berbeda dibandingkan sebelumnya.
Bagi pemain yang ingin mencoba gaya bermain tersebut, kombinasi AKM dengan DMR seperti Mini14, SLR, atau SKS dapat menjadi salah satu opsi.
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada sensitivitas, kemampuan mengontrol recoil, positioning, serta kemampuan membaca situasi di dalam pertandingan.
