PUBG Indonesia — Persaingan PMPL ID 2026 Fall segera memasuki fase penentuan. Setelah babak League berakhir, sebanyak 16 tim memastikan tempat di Grand Finals yang akan berlangsung di Manado pada 28–30 Agustus 2026.
Tak hanya mengejar gelar juara nasional PUBG Mobile, para finalis juga memperebutkan total hadiah US$90.000 atau sekitar Rp1,4 miliar. Lima tim terbaik juga akan mendapatkan tiket menuju 2026 PUBG MOBILE Global Open Season 2, yang menjadi salah satu jalur menuju PMGC di Turki.
Menariknya, persaingan di Grand Finals tidak dimulai dari posisi yang benar-benar sama. Hasil yang diraih selama League Stage menentukan Headstart Points, sehingga tim yang tampil konsisten sejak awal memiliki modal tambahan sebelum pertandingan final dimulai.
Alter Ego Ares dan Bigetron Jadi Kandidat Utama
Alter Ego Ares menjadi tim yang paling diunggulkan setelah menutup League Stage di posisi teratas dengan 153 poin. Pencapaian tersebut terasa semakin impresif karena perjalanan mereka tidak sepenuhnya mulus.
Pada pekan kedua, Alter Ego Ares sempat terpuruk hingga posisi ke-13 klasemen. Namun, mereka mampu memperbaiki performa secara signifikan pada pekan ketiga dan kembali merebut posisi puncak.
Rosemary menjadi salah satu pemain yang berkontribusi dalam kebangkitan tersebut. Ia meraih gelar Weekly MVP pada pekan ketiga dengan rata-rata waktu bertahan sekitar 22 menit dalam setiap pertandingan.
Catatan tersebut menunjukkan kemampuan tim dalam melakukan rotasi dan bertahan hingga fase akhir permainan. Kualitas seperti ini akan sangat dibutuhkan karena Grand Finals akan berlangsung selama 18 pertandingan dalam tiga hari.
Dengan Headstart Points terbesar serta momentum positif dari pekan terakhir, Alter Ego Ares layak ditempatkan sebagai kandidat terdepan. Namun, inkonsistensi yang sempat terlihat pada pekan kedua menjadi catatan yang harus mereka perbaiki.
Di belakang Alter Ego Ares ada Bigetron by Vitality. Tim ini justru menunjukkan pendekatan berbeda sepanjang League Stage. Mereka tampil stabil sejak pekan pertama dan sempat memimpin klasemen sebelum akhirnya digeser Alter Ego Ares.
Bigetron kemudian mengakhiri League Stage di posisi kedua. Pengalaman organisasi tersebut di berbagai kompetisi besar juga menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan Grand Finals.
Dibandingkan beberapa rivalnya yang mengalami naik-turun performa cukup tajam, Bigetron memiliki fondasi permainan yang relatif konsisten. Karena itu, mereka menjadi salah satu kandidat paling realistis untuk merebut gelar.
BOOM Esports dan RRQ Ryu Bisa Jadi Pengganggu
BOOM Esports menghadirkan salah satu cerita comeback paling menarik sepanjang League Stage. Mereka sempat mengawali kompetisi tanpa mendapatkan poin, tetapi perlahan mampu memperbaiki posisi dan mengumpulkan tujuh League Rank Points.
Perjuangan tersebut akhirnya membawa BOOM ke Grand Finals. Mereka bahkan memastikan tiket setelah unggul dalam perhitungan tiebreaker atas Horboyz Esports.
Dari sisi Headstart Points, BOOM memang tidak memiliki modal sebesar tim-tim yang berada di papan atas. Namun, momentum kebangkitan mereka bisa menjadi faktor pembeda ketika memasuki pertandingan final.
Tantangannya adalah mempertahankan performa. Grand Finals memiliki tekanan yang berbeda dan BOOM harus menunjukkan bahwa kebangkitan di League Stage bukan sekadar momentum sesaat.
Nama lain yang patut diperhatikan adalah RRQ Ryu. Kehadiran Fazriel Haikal Aditya “YummyQ”, mantan pemain BOOM Esports, memberikan tambahan kualitas pada roster mereka.
Pengalaman YummyQ di level kompetitif dapat menjadi senjata RRQ Ryu ketika menghadapi pertandingan-pertandingan krusial.
VOIN Chaikery juga tidak boleh diabaikan. Mereka sempat berada di puncak klasemen pada pekan kedua sebelum akhirnya turun pada pekan terakhir. Tim ini bahkan membawa perubahan pendekatan permainan yang sebelumnya disinggung oleh salah satu pemainnya, Hans4you.
Perubahan tersebut bisa menjadi keuntungan apabila berhasil diterapkan dengan baik di Grand Finals. Namun, adaptasi terhadap gaya bermain baru juga menyimpan risiko apabila belum benar-benar matang.
Prediksi Tiga Besar PMPL ID 2026 Fall
Melihat performa League Stage, Headstart Points, serta perkembangan roster masing-masing tim, tiga kandidat teratas dapat dipetakan sebagai berikut:
1. Alter Ego Ares
Headstart Points terbesar dan momentum kebangkitan pada pekan terakhir membuat mereka menjadi favorit utama.
2. Bigetron by Vitality
Konsistensi menjadi kekuatan terbesar mereka. Jika mampu mempertahankan permainan stabil selama tiga hari, peluang meraih gelar sangat terbuka.
3. RRQ Ryu atau BOOM Esports
Persaingan untuk posisi ketiga cukup terbuka. RRQ Ryu memiliki tambahan kekuatan melalui YummyQ, sementara BOOM membawa momentum comeback yang bisa menjadi kejutan.
Dengan 18 pertandingan yang harus dimainkan dalam tiga hari, peluang terjadinya perubahan klasemen masih sangat besar. PUBG Mobile juga memiliki tingkat ketidakpastian tinggi karena satu pertandingan buruk dapat mengubah posisi sebuah tim secara drastis.
Karena itu, meski Alter Ego Ares dan Bigetron by Vitality terlihat sebagai dua kandidat terkuat berdasarkan performa League Stage, gelar PMPL ID 2026 Fall tetap baru akan ditentukan setelah seluruh pertandingan Grand Finals di Manado selesai.
