PUBG Indonesia — Seperti kita tahu, PUBG Mobile Super League (PMSL) SEA Spring 2025 yang merupakan kompetisi PUBG Mobile di region Asia Tenggara (SEA) ini telah kembali.
Dengan membawa total 24 tim PUBG Mobile terbaik dari berbagai negara, PMSL SEA Spring 2025 jadi sebuah langkah awal untuk para tim-tim tersebut menapaki event internasional dan menuju PMSL SEA Summer 2025 mendatang.
Pada PMSL SEA Spring kali ini ada format baru yang nantinya akan diterapkan. Format baru PMSL tersebut adalah “Smash Rule”.
Bagi sebagian orang para penggemar PUBG Mobile mungkinmasih cukup ‘asing’ ketika mendengar istilah tersebut.
Namun jangan khawatir, kita akan bahas apa itu Smash Rule!e
Mengenal format baru PMSL ‘Smash Rule’
Yang menarik dari PMSL SEA Spring 2025 kali ini yakni penerapan format baru PMSL, Smash Rule.
Hal ini akan diterapkan pada kompetisi week 2, di mana terdapat Group Stage dan Super Weekend da adanya format ‘Smash Rule’.
Smash Rule sebenarnya bukan sebuah istilah baru di dalam game Battle Royale. Di mana peraturan ini digunakan dalam seri game Battle Royale lainnya.
Dan yang menarik, PUBG Mobile pertama kali akan diterapkan di sini.
Berikut ini beberapa ketentuan mengenai Smash Rule:
- Pihak penyelenggara akan menetapkan match point (poin tim #1 +10 poin)
- Tim yang sudah mencapai match point harus mengamankan WWCD untuk mengakhiri pertandingan.
Lalu, bagaimana jika tidak ada tim yang mendapat WWCD walau sudah mencapai match point? Pasti akan diambil dari poin tertinggi yang didapatkan oleh tim.
Para talent PUBG Mobile, Achmad “El Dogee” Fauzan dan Riantoro “Bro Pasta” Yogi ikut menanggapi format baru PMSL sebagai tantangan besar bagi peserta.
“Menurut saya jujur (format) ini menyulitkan Tim. Dalam artian, banyak tim yang baru saja merombak fundamental permainannya, (susunan) pemainnya juga. Jadi, (selama) dua minggu kalau mereka (bermain) bagus, (bisa) adaptasi ya okay,” ujar El Dogee dalam kanal YouTube Bro Pasta.
“Namun, kebanyakan yang kita lihat, apalagi di Spring dua minggu menurut saya tidak banyak waktu yang bisa mereka mainkan. Menurut saya, agak sulit di awal untuk tim-tim,” ucapnya.
El Dogee juga mengatakan, terkait Smash Rule juga dapat mengurangi tingkat keberuntungan para tim di dalam pertandingan.
Walau demikian, El Dogee optimistis bila tim peserta dapat adaptasi cepat terkait format ini tidak akan ada masalah.
“Mungkin kalau untuk minggu yang kedua, Smash Rule yang sudah saya sempat bahas di beberapa kesempatan walaupun ternyata berbeda cara mainnya di PUBG Mobile begitu. Itu akan mengurangi faktor keberuntungan sebenarnya,” kata El Dogee menambahkan.
“Ada yang masih bisa melakukan pengejaran (poin) juga, karena bagaimana pun zona berpengaruh. Menurut saya di Spring semua ini hanya percobaan. Secara keseluruhan, akan menyulitkan tapi kalau (mereka) bisa adaptasi cepat seharusnya bisa untuk mendapatkan juara,” pungkasnya.
